Sebagai seorang nenek yang pengen banget ajak cucu nya pergi Umroh, mama ku dengan yakin nya bilang, "Umroh yuk pake @nurmi_tour, ajak Arkeenan ya.. (si bayi yang usianya sudah 13 bulan). Umurnya sudah pas, passport juga sudah punya. Nunggu apalagi?"Aku ini salah satu tipe ibu-ibu yang banyak pertimbangan, cukup disiplin dalam hal urusan anak. Kalau kata mama ku sih ibu-ibu rese hahaha. Contohnya: gak akan pergi naik pesawat kalau gak penting-penting amat, makanan anak benar-benar diperhatikan (gak asal makanan/ minuman yang masuk, banyak larangannya ups), mudik ke Jawa naik mobil aja syaratnya ribet banget biar jadi, haha maaf ya.
Maka dari itu ketika mamaku mengajak pergi Umroh, cukup banyak pertimbanganku, kalau sendiri sih langsung aku Iyain. Yang menjadi pertimbangan diantaranya adalah penerbangan jarak jauh, cocok atau tidak makanannya (apalagi kalau lagi travelling biasanya Arkeenan agak susah makan), dan repot gak ya disana. Tapi akhirnya jadiin aja yuk, perginya pun bertiga dengan suami. Bismillah dulu aja deh, yakin pasti dipermudah :)
Jadi hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk keberangkatan bersama Toddler?
Untuk dokumen:
- Passport. Ini wajib ya walaupun usia bayi atau pun toddler seperti Arkeenan (13m), passport tetap dibutuhkan. Cara pembuatannya bisa di googling sendiri ya. Kebetulan passport sudah kami buatkan dari usia 3 bulan. Atau jika belum punya, bisa hubungi pihak travel untuk dibantu pembuatannya.
![]() |
| Passportku dan si bayi |
![]() | ||||
| Kartu Kuning Biometric untuk Anak dibawah Usia 6 Tahun |
![]() |
| Nunggu giliran mama untuk suntik meningitis |
Persiapan lainnya apa aja sih selain dokumen?
- Fisik. Harus yakin bahwa anak dalam keadaan sehat walafi'at, tidak sedang flu demam atau kondisi lemah. Karena cuaca di Arab Saudi sangat berbeda dengan Indonesia, belum lagi jadwal disana sangat padat dan perjalanannya pun jauh. Jadi alangkah baiknya sebelum berangkat anak diberikan vitamin/ booster tambahan, check up juga ke dokter anak jangan lupa.
- Orang Tua harus Kompak. Kenapa? Kalau lagi travelling gini nih artinya keadaan tidak sama seperti dirumah yang serba ada (terutama no nanny haha). Jadi kita harus kompak ya, siapa yang mandiin anak, nyuci peralatan makan dan minumnya, yang gendong pas lagi tawaf/sai/umroh, gantian pergi ke Masjid dan sebagainya. Jujur ajaaaaa kita sempet berantem disana haha.
- Packing nya Per Kategori. Ini gak wajib sih, tapi lebih baik dibikin per kategori karena cukup lama waktunya 9 hari, biar nyarinya gak pusing juga. Jadi ada kategori diapers, baju tidur, baju muslim, baju santai, kaos kaki, peralatan makan, snack udah dimasukin dalam 1 pouch/ ziplock juga bisa.
- Baby Carrier. Nah ini wajib banget dibawa ya kalau gak mau capek. Selama disana Carrier sangat ngebantu banget, kebetulan sejujurnya aku bukan tipe ibu babywearing gitu haha (kaku banget aku tuu), tapi ini ngebantu! Selama di Madinah/ Makkah apabila harus ke tempat rame/ tawaf, Arkeenan pasti langsung kugendong, diapun nyaman sampe ketiduran haha.
- Stroller. Ini gak wajib dibawa, tapi kalau mau dibawapun its okay. Kebetulan kami adalah pasangan #teamstroller jadi kemanapun pergi pasti dibawa haha. Yang jelas stroller cabin ya (yang bisa dilipet kecil dan beratnya +- 7kg). Pas ke pesawat aku yang gendong Arkeenan, papa nya yang gotong koper cabin beserta strollernya. Stroller pun kepake banget kalau mau sholat di halaman pelataran Masjid Nabawi/ Masjid Al-Haram, anak tinggal didudukin kasih cemilan, kitapun bisa sholat dengan tentram.
- On the go blanket. Ini item yang berguna banget sih untuk dibawa karena bisa dipake di carrier/ stroller. Kebetulan cuaca Madinah di bulan Februari cukup dingin (sekitar 13 derajat) belum lagi terkadang suka hujan. Jadi selimut ini lah penyelamatnya, ada hoodie nya juga, jadi bisa nutupin kepala si bayi.
- Obat-obatan dsb. Obat wajib dibawa yaaaa. Ini obat wajib versi ku: Parasetamol (Tempra), Obat batuk/flu, Vitamin (Apialys), Minyak Kutus-Kutus, Young Living Peppermint + Thieves, Thermometer wajib bawa ya. Semua obat yang kusebutin diatas berdasarkan resep dokter, jadi disesuaikan aja. Ini dibawa untuk jaga-jaga kalau terjadi apa-apa.. tapi Alhamdulillah semua aman terkendali.
Selanjutnya banyak berdoa semoga perjalanan lancar, semua sehat, dan tidak ada hambatan. Amiin. Bismillah, let's start the journey..


