Peaceful Island, Gili Trawangan

 
Kalau di tanya which one is my favorite island in Indonesia beside Bali? I would say Lombok. Menurutku Bali sudah cukup mainstrem di kalangan traveller dan turis. Tapi emang diantara dua pulau ini punya ciri khas masing-masing. Kalau kamu suka keramaian dan nongkrong di cafe unik dan seru bisa main ke Bali. Tapi kalau butuh ketenangan, Lombok jawabannya.

Sebenernya pergi ke Lombok kali ini bukan kali pertamaku. Tapi setiap ke Lombok belum pernah ada kesempetakan untuk pergi mengunjungi pulau Gili. Jadi, di Lombok ini ada beberapa pulau yang terkenal di kalangan para turis. Salah satunya Gili Trawangan, pulaunya sendiri tidak terlalu besar, namun katanya pasir dan air lautnya biru dang bersih.

Melanjutkan dari cerita sebelumnya, setelah menghabiskan waktu beberapa hari di Lombok. Akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk bermalam di pulau Gili. Seperti yang aku bilang diatas, Gili Trawangan sendiri adalah salah satu pulau yang terkenal di Lombok. Gili dibagi menjadi tiga pulau; ada Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Perjalanan menuju Gili Trawangan dari Lombok harus menggunakan kapal cepat atau ferry. Untuk harga tiket kapal penyebrangannya pun tidak mahal, harga perahu reguler adalah Rp. 25,000,- dan untuk kapal VIP yang lebih bagus harganya adalah sekitar Rp. 60,000,- sampai dengan Rp. 70,000,- rupiah per orang. Waktu perjalannanya adalah 1 jam.
Salah satu jalanan di Gili Trawangan
Untuk penginapannya sendiri kami sudah jauh-jauh hari booking tempat di Villa Ombak Hotel, lokasinya tepat di depan pantai dan disekitarnya banyak sekali restoran serta resort lainnya. Untuk Area resort nya sangatlah besar.. bahkan mereka mempunyai banyak tipe pool dan tipe kamar yang disediakan juga banyak sekal..

Kamar di Villa Ombak Resort
Sewa sepeda untuk jalan-jalan
Dikarenakan kami menginap di Gili Trawangan hanya untuk 2 hari dan 1 malam saja, maka jadwal kami cukup padat. Oiyah pulau Gili Trawangan ini mempunyai peraturan yang unik karena tidak boleh ada kendaraan bermotor yang lewat. Jadi official kendaraan mereka adalah sepeda dan andong haha. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa sepeda untuk memudahkan kami berkeliling pulau Gili Trawangan. Biaya untuk menyewa sepeda tergolong cukup murah Rp. 50,000 untuk seharian.

Untuk makanan, gak usah khawatir karena di Gili Trawangan ini ada berbagai macam cafe dan restoran. Mulai dari masakan lokal Indonesia, Barat, Spanyol, Itali, Korea.. you name it. Salah satu restoran yang kami coba adalah restoran Italia yang bernama Pizzaria Regina. Menu yang direkomendasikan adalah Pizzanya, yang ternyata cukup enak!

Setelah menghabiskan makan siang, kami melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda untuk mengelilingi pulau Gili Trawangan. Menurut orang lokal, pulau Gili Trawangan bisa dikelilingi dalam waktu 1 hari saja. Sambil mengayuh sepeda, ternyata banyak turis lainnya yang juga bersepeda menuju ke arah tempat matahari terbenam.

Lunch Time @ Pizzeria Regina
Salah satu sudut pantai di Gili T
Nemu cafe asik untuk santai sambil liat Sunset
Good vibes only

Matahari mulai terbenam, hari pun mulai gelap. Akhirnya aku dan teman-teman memutuskan untuk kembali ke hotel sambil mencari tempat untuk makan malam. Untungnya tidak jauh dari hotel kami ada sebuah restoran seafood Italian yaitu, Scallywags. Selesai menyantap makan malam, kami memutuskan untuk menggunakan salah satu fasilitas dari hotel yaitu "Cinema under the stars." Jujur suka banget sama konsep cinema ini. Malam itu merupakan malam yang sulit dilupakan, bayangkan saja trip bareng sahabat sambil nonton film di tepi pantai dan di bawah hamparan bintang. Unforgettable.

Setelah menonton kami berempat memutuskan untuk kembali ke kamar untuk beristirahat. Namun dipertengahan malam lumayan ngerasa bosan, dan memutuskan untuk berkeliling Gili Trawangan pada malam hari. Setelah iseng berkeliling, ternyata ada boat deck yang mengarah ke laut. Akhirnya aku putuskan untuk duduk di deck itu sambil mendengar suara deburan ombak..

Cinema under the stars
See you soon Gili T



Bachelorette trip to Lombok!

November 4th, 2015. Di televisi dan surat kabar diberitakan bahwa Gunung Rinjani sedang dalam keadaan erupsi, sehingga Bandara Lombok pun ditutup untuk sementara waktu sampai keadaan aman.

Trip ke lombok kali ini sudah saya rencanakan jauh-jauh hari, dikarenakan salah satu teman saya akan menikah dalam waktu dekat. Namun, rencana kami hampir saja gagal. Peristiwa meletusnya Gunung Rinjani menyebabkan beberapa Bandara di Indonesia harus ditutup. Email reminder dari maskapai mengenai trip kami pun berdatangan. Membuat saya dan teman-teman bimbang harus tetap melakukan perjalanan ke Lombok atau tidak.

Pada tangal 11 November 2015, saya berulang-ulang kali menonton di televisi bahwa Bandara Lombok masih ditutup dikarenakan cuaca yang kurang aman. Malam harinya, saya dan teman-temanpun berdikusi dan hasilnya kami memutuskan untuk tetap berangkat ke Lombok esok harinya.

Disela-sela perjalanan ke Bandara Soekarno Hatta saya menyempatkan diri untuk membaca berita, dan Alhamdulillah sudah ada beberapa pesawat yang mendarat di Bandara Lombok pada pagi itu.


Tema trip kali ini adalah merayakan hari-hari terakhir masa lajang teman saya sebelum menikah. So, this trip should be fun and unforgettable for us. Terakhir kali kami melakukan trip berempat adalah pada saat kelulusan masa SMA dulu.

Hari ke 1

Setelah browsing sana sini mencari tempat penginapan yang nyaman dan masuk dikantong akhirnya kami memutuskan untuk menginap di Mama Bella's Retreat Lombok. Tempat nya cukup nyaman, penginapan ini owner nya adalah pasangan dari Australia. And they were very strict about the rules, so make sure you guys are following the rules.

Untuk menuju penginapan ini cukup sulit karena terletak di dalam sebuah gang dan tidak ada sign yang mengarahkan. We just followed the route from google maps.

Mama Bella's Retreat tergolong penginapan baru. Rata-rata tamunya adalah tamu internasional. Suasananya sangat tenang disini. Penginapan ini juga menyediakan menu internasional untuk sarapan pagi. Ada 7 Villa untuk menginap. Untuk fasilitas yang disediakan saya rasa sebanding dengan harga nya.

Welcome to Mama Bella's
The Pool Area. It only has around 7 cottages.
Inside the Cottage
View from our Room
Hari itu kami tidak melakukan banyak aktifitas. Namun, pada sore hari nya kami memutuskan untuk mengunjungi Air Terjung Sendang Gile yang terletak di Kaki Gunung Rinjani. Untuk menuju tempat wisata ini memakan waktu 4 jam dari Senggigi. Setelah sampai di area Gunung Rinjani, kami harus melakukan trekking kurang lebih 30 menit.

Jalan menuju air terjunnya melewati hutan, jadi harus berhati-hati. Setelah sampai, rasa capek trekking menuju air terjun terbayar kan karena suasana yang adem. Namun, sayangnya kami tidak bisa bermain di air terjun di karena hari sudah semakin gelap.

In Front of the Waterfall

Bersiap untuk kembali ke atas
Hari ke 2

Awalnya kami berniat untuk menginap di Mama Bella's untuk 2 malam. Seperti yang saya bilang, penginapan ini sangat mematuhi peraturan. Dikarenakan kami ber 4 dan kamar yang kami booking untuk akomodasi 2 orang, oleh karena itu kami harus menyewa 1 kamar lagi. Namun semua kamar full pada hari itu.

Tapi jangan sedih, ternyata ada hikmah dibalik kejadian itu. Kami pun memutuskan untuk pindah ke Living Asia Resort. And we loveeeeee it so much!

Lokasi resort ini tepat di depan pantai, jadi seperti private beach. Mereka mempunyai beragam tipe . penginapan, termasuk private villa with private pool. Nice!! Staff nya pun sangat ramah, suasananya nyaman. Dan terlihat gunung sebagai background resort ini






In Front of our Villa
The Pool Area (Next to the Beach)
Other Villas (The Mountain as The Background)
Definitely will come back to stay at Living Asia Resort! Di hari kedua pun kami menikmati fasilitas yang diberikan oleh resort ini. Mulai dari leyeh-leyeh dikursi depan pantai, berenang, dan menikmati sunset :)

Siang hari sebelum melihat sunset di Living Asia, kami memutuskan untuk makan siang di Alberto Cafe. Tempatnya nyaman, dan makanannya cukup enak.



It's Difficult to Find A Peaceful Place Like This in Jakarta
The Beach
 Setelah lunch kami memutuskan untuk balik ke resort sambil menunggu sunset tiba :)



Note:
The pictures was taken with Go Pro, Xiao Mi Yi, Galaxy Note 5


Mama Bella's Retreat:
Jl. Arjuna Tiga no. 11, Senggigi, Lombok 83355, Indonesia
Score: 7 Out of 10
Price: 470K/night
Facilities: Pool, Wi-fi, TV, Ala Carte Breakfast

Living Asia Resort:
Jalan Raya Senggigi - Pemenang. Senggigi Lombok, Indonesia 83352

Alberto Cafe:
Jl. Raya Senggigi Batu Bolong, Senggigi, NTB, Indonesia 

Ngadem di Warung Salse

"We do the best we can in a small town.. Act like big city kids when the sun goes down" lirik lagu Coffee by Copeland terngiang-ngiang di kepala saya begitu tahu bahwa Copeland akan melakukan reuni konser di Bandung. Sebelumnya, saya memang tidak berencana untuk pergi keluar kota dalam waktu dekat. Namun, dikarenakan salah satu seorang teman memberikan tiket Kampoeng Jazz; acara musik yang diadakan oleh anak Unpad. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pergi ke Bandung menonton Copeland.

Alhasil untuk trip ke Bandung kali ini, kita gak bikin itinerary sama sekali! Yaudah ikutin flow aja deh haha. Tapi, masa udah ke Bandung gak jalan kemana-mana?

Copeland - Coffee
Sehari setelah acara Kampoeng Jazz, kami bertujuh memutuskan untuk pergi ke salah satu kafe populer di Bandung. Ada salah satu kafe yang sedang terkenal pada saat itu, namanya, Armor Kopi. Untuk mencari Armor Kopi ini tidak begitu susah, karena terletak di dalam kawasan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda. Sayangnya pada saat kami tiba di Tahura kedua lahan parkiranya sudah sangat penuh dan tiba-tiba pun turun hujan.

Dikarenakan Armor Kopi adalah kafe outdoor dan cuaca sedang hujan, maka kami pun memutuskan untuk mencari kafe lain yang tidak jauh lokasinya dari Tahura.

Cek di Zomato ada rekomendasi kafe yang enak namanya, Warung Salse. Setelah mencari informasi di Instagram ternyata Warung Salse ini merupakan salah satu tempat yang sedang hits dikalangan remaja Bandung. Dikarenakan suasanya adem, kemudian tempatnya bagus untuk foto-foto, makanannya murah dan enak, cocok untuk tempat hangout bareng sahabat.

Warung Salse ini terdiri dari 3 lantai. Lantai ketiga cukup menarik, karena ada jendela warna-warni besar yang bisa digunakan untuk background foto. Sayangnya saya tidak sempat mengambil gambar karena terlalu excited untuk turun ke lantai dua.

Selain tempat makan, Warung Salse ini juga mempunyai tempat penginapan yang disebut Villatel Salse. Lokasinya tepat didalam Warung Salse.

Lantai dua
Tangga menuju lantai satu

Lucu dindingnya warna warni
Suasa di lantai satu yang adem
Setelah makan siang, kami pun memutuskan untuk berkeliling melihat-lihat suasana Warung Salse. Dan tenyata tempat nya besar juga. Di Villatel Salse sendiri disediakan fasilitas Jacuzzi untuk tamu yang menginap. Suasananya adem dan bikin betah.

Jacuzzi untuk para tamu Villatel Salse
Villatel Salse
Salah satu meeting room di Area Warung Salse

Tangga menuju meeting room
Untuk menginap di Villatel Salse tidak sampai membuat kita merogoh kroscek dalam loh. Pada saat itu harga nya sekitar 500 - 700 ribu rupiah. Dan untuk makan di Warung Salse sendiri kita hanya perlu menghabiskan uang sekitar 10 - 200ribu rupiah.

Menu Warung Salse


Note:
All the pictures was taken with Canon EOS M10